MATHEMATICAL BELIEFS SISWA DAN GURU: KONSEP, TEORI, DAN IMPLIKASINYA DALAM PENDIDIKAN MATEMATIKA

Penulis:

Irianto Aras
Ejen Jenal Mutaqin

Mathematical Beliefs Siswa dan Guru: Konsep, Teori, dan Implikasinya dalam Pendidikan Matematika membahas secara komprehensif tentang keyakinan matematis (mathematical beliefs) sebagai salah satu aspek penting yang memengaruhi proses pembelajaran matematika. Meskipun tidak selalu tampak secara langsung, keyakinan tentang hakikat matematika, kemampuan bermatematika, proses belajar, pengajaran, dan penilaian dapat membentuk cara siswa belajar serta cara guru mengajar.

Buku ini menguraikan mathematical beliefs sebagai hidden variable dalam pendidikan matematika, sekaligus menjelaskan bagaimana keyakinan yang dimiliki siswa maupun guru dapat mendorong atau justru menghambat proses berpikir, pemecahan masalah, motivasi, ketekunan, dan pencapaian belajar matematika. Pembahasan dilengkapi dengan landasan teoretis, tipologi dan klasifikasi keyakinan, faktor-faktor pembentuknya, hubungan keyakinan guru dan siswa, serta implikasinya terhadap praktik pembelajaran.

Terdiri atas 14 bab, buku ini juga mengangkat isu strategis mengenai perubahan keyakinan yang tidak produktif, perkembangan pembelajaran matematika di era digital, serta pengaruh konteks sosial dan budaya terhadap pembentukan mathematical beliefs. Dua bab terakhir secara khusus menyajikan pembahasan mengenai instrumen pengukuran keyakinan matematis siswa dan guru, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai referensi bagi penelitian maupun praktik pendidikan.

Buku ini ditujukan bagi mahasiswa, guru, dosen, peneliti, pengembang pembelajaran, dan pemerhati pendidikan matematika yang ingin memahami bahwa keberhasilan belajar matematika tidak hanya ditentukan oleh pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga oleh apa yang diyakini siswa dan guru tentang matematika itu sendiri.

Dengan memadukan perspektif konseptual, teoretis, dan praktis, buku ini diharapkan menjadi referensi dalam membangun pembelajaran matematika yang lebih bermakna, reflektif, dan berorientasi pada pengembangan cara berpikir matematis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *