Penulis: Indra Suhendra, Wahyu Sopandi, Isah Cahyani, Cerpi Riyana
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan yang signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk pada cara guru merancang dan melaksanakan pembelajaran di sekolah dasar. Transformasi tersebut menuntut hadirnya pendekatan pembelajaran yang tidak hanya memanfaatkan teknologi sebagai media, tetapi juga mampu mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi, literasi, kreativitas, kolaborasi, dan kemandirian belajar peserta didik. Buku Implementasi Model RADEC dengan Digital Workspace menguraikan konsep dan implementasi Model Pembelajaran RADEC (Read, Answer, Discuss, Explain, Create) yang dipadukan dengan Digital Workspace sebagai ekosistem pembelajaran digital. Pembahasan diawali dengan landasan konseptual mengenai Digital Workspace, karakteristik, komponen, platform pendukung, serta peran guru dan peserta didik dalam membangun lingkungan belajar digital yang efektif dan bermakna.
Selanjutnya, buku ini membahas secara komprehensif Model Pembelajaran RADEC sebagai model yang berorientasi pada pembelajaran aktif, penguatan budaya literasi, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, kreativitas, dan pembentukan karakter belajar mandiri. Setiap tahapan RADEC dijelaskan secara mendalam beserta landasan filosofis, karakteristik, keunggulan, dan implementasinya dalam lingkungan Digital Workspace. Buku ini juga mengulas hakikat membaca inferensial sebagai bagian dari keterampilan berpikir tingkat tinggi yang sangat penting dikembangkan pada peserta didik sekolah dasar. Berbagai jenis inferensi membaca, faktor-faktor yang memengaruhinya, serta strategi pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan membaca inferensial dipaparkan sebagai dasar pengembangan kemampuan literasi yang lebih mendalam.
Pada bagian akhir, buku ini menekankan pentingnya pengembangan kemandirian belajar sebagai kompetensi utama peserta didik di era digital. Pembahasan meliputi landasan teoretis Self-Regulated Learning, dimensi-dimensi kemandirian belajar, faktor-faktor yang memengaruhinya, strategi pengembangan melalui teknologi digital, pengukuran kemandirian belajar, serta pemanfaatan Digital Workspace sebagai sarana membangun budaya belajar yang mandiri dan berkelanjutan. Melalui integrasi Model RADEC dengan Digital Workspace, buku ini menawarkan sebuah kerangka pembelajaran yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21, sehingga dapat menjadi referensi bagi dosen, guru, mahasiswa, peneliti, maupun pemerhati pendidikan dalam mengembangkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan mempersiapkan generasi yang memiliki literasi tinggi, kemampuan berpikir kritis, serta kemandirian belajar sepanjang hayat.