Kajian Reflektif Seni dalam Fenomena Budaya Digital adalah kumpulan tulisan yang menelaah secara mendalam perubahan-perubahan mendasar dalam dunia seni akibat dominasi teknologi digital. Buku ini menyoroti bagaimana estetika, etika, dan produksi seni telah mengalami pergeseran signifikan di tengah arus kapitalisme digital dan algoritma yang mengendalikan distribusi serta eksistensi karya seni.
Melalui pendekatan interdisipliner dan filsafat kritis, para penulis mengangkat beragam topik, mulai dari krisis estetika musik dalam era streaming (Ketika Musik Kehilangan Jiwa), penggunaan musik dalam teater eksperimental, kajian semiotik lagu, dampak AI dalam iklan animasi, hingga digitalisasi seni lukis berbentuk NFT. Buku ini juga mengeksplorasi revitalisasi seni tradisional melalui media audiovisual, estetika dalam upacara adat, dan pentingnya mempertahankan ruang otonom bagi ekspresi seni di tengah dunia yang terdigitalisasi.
Setiap bab menghadirkan refleksi kritis dan solusi normatif yang tidak hanya ditujukan kepada seniman, tetapi juga kepada publik, institusi seni, dan pembuat kebijakan. Dengan gaya penulisan yang argumentatif dan kontekstual, buku ini menjadi sumber inspiratif untuk memahami posisi seni di era algoritmik, serta mengusulkan model praktik seni yang lebih inklusif, manusiawi, dan berorientasi pada nilai-nilai kebudayaan.