{"id":727,"date":"2026-10-06T15:34:38","date_gmt":"2026-10-06T15:34:38","guid":{"rendered":"https:\/\/cahayasmartnusantara.my.id\/?p=727"},"modified":"2026-10-06T15:34:38","modified_gmt":"2026-10-06T15:34:38","slug":"pakoba-model-penguatannilai-moderasi-beragamadi-pesantrenkonsep-pendidikan-karakter-dan-strategi-implementasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cahayasmartnusantara.my.id\/?p=727","title":{"rendered":"PAKOBA Model PenguatanNilai Moderasi Beragamadi PesantrenKonsep, Pendidikan Karakter, dan Strategi Implementasi"},"content":{"rendered":"\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Sinopsis<\/h3>\n\n\n\n<p><strong>PAKOBA: Model Penguatan Nilai Moderasi Beragama di Pesantren<\/strong> karya <strong>Ernawati<\/strong> menghadirkan pembahasan mengenai moderasi beragama sebagai bagian penting dalam pendidikan dan kehidupan pesantren. Buku ini menguraikan moderasi beragama tidak hanya sebagai konsep keagamaan, tetapi sebagai nilai yang perlu dipahami, ditanamkan, dan dihidupkan dalam proses pendidikan. Pembahasan dimulai dari landasan teologis, filosofis, dan konseptual moderasi beragama, kemudian diperkaya dengan nilai-nilai seperti <em>at-tawassuth, al-i&#8217;tidal, at-tasamuh, asy-syura, al-ishlah, al-qudwah, al-muwathanah, an-la&#8217;unf, i&#8217;tibar al-&#8216;urf, al-musawah,<\/em> dan <em>hifdzul bi&#8217;ah<\/em>. Nilai-nilai tersebut ditempatkan dalam kerangka pendidikan karakter dan kekhasan pesantren sebagai lingkungan pendidikan yang bertumpu pada keteladanan, pembiasaan, tradisi, serta kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagian utama buku memperkenalkan <strong>Model PAKOBA<\/strong>, sebuah kerangka penguatan nilai moderasi beragama yang dibangun melalui empat proses yang saling berkesinambungan: <strong>Pahamkan, Kondisikan, Biasakan, dan Apresiasi<\/strong>. Pahamkan menekankan pembentukan pemahaman nilai; Kondisikan mengarahkan penciptaan lingkungan yang mendukung; Biasakan mendorong nilai menjadi perilaku yang dilakukan secara konsisten; sedangkan Apresiasi memperkuat keberlanjutan perilaku positif melalui penghargaan dan penguatan. Keempat unsur tersebut ditempatkan dalam satu kesatuan pendidikan nilai yang dapat disesuaikan dengan karakter dan budaya masing-masing pesantren.<\/p>\n\n\n\n<p>Ditulis dengan pendekatan akademik yang komunikatif, buku karya <strong>Ernawati<\/strong> ini dapat menjadi referensi bagi pimpinan pesantren, kiai, ustaz, pendidik, mahasiswa, akademisi, pengelola lembaga pendidikan, serta pemerhati pendidikan dan keagamaan. Kehadiran PAKOBA menawarkan perspektif tentang bagaimana pesantren dapat terus menjaga tradisi keislamannya sekaligus membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, menghargai perbedaan, mencintai tanah air, menolak kekerasan, peduli terhadap lingkungan, serta mampu hidup berdampingan secara harmonis dalam masyarakat Indonesia yang majemuk.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sinopsis PAKOBA: Model Penguatan Nilai Moderasi Beragama di Pesantren karya Ernawati menghadirkan pembahasan mengenai moderasi beragama sebagai bagian penting dalam pendidikan dan kehidupan pesantren. Buku ini menguraikan moderasi beragama tidak&#8230;.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":728,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-727","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-katalog"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cahayasmartnusantara.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/727","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cahayasmartnusantara.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cahayasmartnusantara.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cahayasmartnusantara.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cahayasmartnusantara.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=727"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/cahayasmartnusantara.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/727\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":729,"href":"https:\/\/cahayasmartnusantara.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/727\/revisions\/729"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cahayasmartnusantara.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/728"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cahayasmartnusantara.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=727"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cahayasmartnusantara.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=727"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cahayasmartnusantara.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=727"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}