{"id":556,"date":"2026-07-12T13:20:29","date_gmt":"2026-07-12T13:20:29","guid":{"rendered":"https:\/\/cahayasmartnusantara.my.id\/?p=556"},"modified":"2026-07-12T13:20:53","modified_gmt":"2026-07-12T13:20:53","slug":"krepogami-revolusi-kecil-dalam-pembelajaran-menulis-narasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cahayasmartnusantara.my.id\/?p=556","title":{"rendered":"KREPOGAMI: Revolusi Kecil Dalam Pembelajaran Menulis Narasi\u00a0"},"content":{"rendered":"\n<p>Pembelajaran menulis narasi di sekolah dasar kerap menghadapi tantangan: siswa sulit mengembangkan ide, merangkai kalimat, dan menuangkan gagasan ke dalam tulisan yang menarik. Kecemasan menulis pun sering menghambat kreativitas mereka. Guru pun kesulitan menemukan model pembelajaran yang efektif dan menyenangkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Buku&nbsp;KREPOGAMI: Revolusi Kecil dalam Pembelajaran Menulis Narasi&nbsp;hadir sebagai solusi inovatif. KREPOGAMI\u2014kependekan dari KREatif-PROduktif-GAMIfikasi\u2014adalah model pembelajaran yang memadukan pendekatan kreatif-produktif dengan gamifikasi untuk meningkatkan kemampuan menulis narasi siswa sekolah dasar. Model ini memiliki enam tahap sintaks:&nbsp;orientasi, eksplorasi, relaksasi, interpretasi, rekreasi, dan evaluasi. Keistimewaannya terletak pada tahap&nbsp;relaksasi, yang dirancang khusus untuk mengatasi kecemasan menulis melalui teknik pernapasan, musik santai, atau peregangan ringan.<\/p>\n\n\n\n<p>Buku ini mengupas landasan filosofis dan teoretis model, memaparkan sintaks, sistem sosial, prinsip reaksi, dan sistem pendukung, serta dilengkapi dengan panduan implementasi di kelas, skenario pembelajaran, storyboard media, dan tips mengatasi hambatan. <\/p>\n\n\n\n<p><strong>&#8220;KREPOGAMI mengajarkan bahwa menulis bukanlah beban, melainkan petualangan kreatif yang menyenangkan.&#8221;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Penulis: Sri Wulan Anggraeni Dadang Sunendar Isah Cahyani<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pembelajaran menulis narasi di sekolah dasar kerap menghadapi tantangan: siswa sulit mengembangkan ide, merangkai kalimat, dan menuangkan gagasan ke dalam tulisan yang menarik. Kecemasan menulis pun sering menghambat kreativitas mereka&#8230;..<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":557,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-556","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-katalog"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cahayasmartnusantara.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/556","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cahayasmartnusantara.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cahayasmartnusantara.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cahayasmartnusantara.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cahayasmartnusantara.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=556"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/cahayasmartnusantara.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/556\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":558,"href":"https:\/\/cahayasmartnusantara.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/556\/revisions\/558"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cahayasmartnusantara.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/557"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cahayasmartnusantara.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=556"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cahayasmartnusantara.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=556"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cahayasmartnusantara.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=556"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}